Selasa, 20 Desember 2011

Molo, Cara Mancing Orang Papua


Apakah itu Molo? Molo sendiri adalah bahasa Papua yang artinya menyelam, mereka menggunakan tombak untuk menangkap ikan dan biasanya dilakukan pada malam hari. Malam itu setelah puas berenang bersama hiu paus, kami diajak oleh Mas Bengong dan Om Bram untuk mencari ikan bersama-sama dengan Om Zakheus.
Setelah cukup jauh meninggalkan Kali Lemon, kami mencari spot untuk molo malam itu. Dalam perjalanan menuju spot molo, bagan-bagan nampaknya sibuk mengangkat ikan yang menurut Om Bram sedang panen besar. Sebab ketika kami menyinari air laut banyak sekali plankton-plankton yang tak lain merupakan makanan para ikan. 

Sampai sudah di tempat kami akan molo, Om Zakheus sudah cukup modern untuk molo karena sudah menggunakan snorkel, wet suit dan fin. Bersenjatakan tombak dan senter underwater, Om Zakheus memasuki lautan dangkal malam itu. Dari cahaya senter masih kelihatan sampai hilang, itulah yang kami lihat malam itu.

Benar-benar cepat sekali, Om Zakheus sampai kami sebut manusia ikan karena bisa menangkap ikan menggunakan tangan. Malam itu tangkapan besar kami dapatkan, yaitu lobster. Lobster yang Om Zakheus tangkap sangatlah besar dan selain itu Om Zakheus juga menangkap banyak sekali ikan. Om Bram sempat berseloroh, kalau Om Zakheus memakai Scuba hampir pasti seluruh isi laut habis ditangkap. Untuk molo memang dibutuhkan fisik yang kuat dan juga harus tahan tidak bernafas cukup lama.
Cukup banyak tangkapan malam itu, kami kembali menuju Kali Lemon saat sudah cukup dekat ternyata ada ikan lagi. Om Zakheus dan Om Bram mulai turun ke laut untuk molo dan ternyata mendapatkan tangkapan seekor hiu karang. Hanya sebesar ikan lele, namun tubuhnya lebih panjang dan sangat kuat.
Sungguh malam itu merupakan malam keberuntungan bagi kami, karena sebelumnya kami juga pergi molo namun tidak beruntung. Mengakhiri malam dengan panen ikan membuat kami bersemangat menunggu pagi hari karena kami akan menyantap lobster yang lezat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar